Parafrase Dalam Penulisan Karya Ilmiah

 


Parafrase adalah cara mendaur ulang ide atau gagasan dari sumber tulisan atau daftar pustaka atau kajian pustaka dengan menjadikan tulisan yang baru, tanpa mengubah makna aslinya. Parafrase merupakan teknik menulis yang jauh dari istilah plagiat atau plagiasi atau plagiarism atau similarity. Parafrase yang benar adalah bila seseorang mampu mengekspresikan tulisan dan perkataan yang didapatkan aau diperoleh dari orang lain dengan kata-kata yang baru supaya lebih mudah untuk dipahami.


Paraphrase atau nama lainnya Paraphrasing yaitu Teknik Menulis "new style" agar terhindar dari plagiarisme saat menulis buku atau karya ilmiah, cara atau tekniknya adalah dengan melakukan kutipan tidak langsung. Cara atau teknik mengutip secara tidak langsung bisa diwujudkan dengan 3 (tiga) macam, antara lain membuat parafrase, menyusun dan meringkas kesimpulan. Dari ketiga cara tersebut, terdapat cara pengutipan yang memerlukan keahlian (skill) yang berbeda-beda. Parafrase sangat penting dalam penulisan atau penyusunan buku dan karya ilmiah.


Kutipan pada teknik menulis parafrase adalah kutipan dengan memakai kata-kata sendiri untuk mencurahkan dan mengungkapkan ide yang lebih segar dan update. Dapat dinyatakan, penulisan buku dan karya ilmiah dengan cara parafrase adalah legal atau diperbolehkan. Selanjutnya, gagasan lebih mudah dipahami dan dimengerti. Untuk menjaga keutuhan dan koherensi alur tulisan sangat tepat apabila menggunakan teknik parafrase.

Menulis dan mencurahkan ide dengan cara atau teknik menulis parafrase adalah keahlian (skill) yang sangat berguna dan berharga, alasanya adalah:
  • Parafrase adalah cara terbaik daripada melakukan kutipan terhadap informasi atau tulisan yang kurang menarik atau kurang lengkap informasinya.
  • Penulis terbantu oleh parafrase dalam melakukan kutipan pada isi tulisan yang terlalu sering digunakan.
  • Mental penulis yang stabil dan penuh ide sangat dibutuhkan untuk keberhasilan dalam teknik atau cara prafrase, sehingga penulis dapat mengerti dan memahami arti keseluruhan ide atau tulisan yang akan ditulis ulang.
Masing-masing penulis mempunyai kemampuan dan keahlian dalam melakukan teknik penulisan. Penulis dapat mengembangkan tekniknya sendiri untuk melakukan aktivitas atau kegiatan parafrase. Teknik tersebut bisa bersifat unik atau bercirikhas. Penulis pemula atau amatir perlu banyak belajar untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian parafrase. Apabila belum terbiasa, Khairpedia memberikan 7 (tujuh) teknik dan cara menulis efektif untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian parafrase pada jenis teks book (buku) dan karya ilmiah (untuk mahasiswa dan umum):
  1. Teks atau sumber informasi dibaca berulang kali sampai paham sekali dari isi teks atau informasi yang didapatkan.
  2. Menulis ulang ide atau gagasan dalam kalimat yang baru dan menyingkirkan naskah asli secara sebagian atau seluruhnya.
  3. Membuat daftar beberapa kata sinonim atau persamaan kata atau istilah atau kata serapan dari kata atau kalimat yang akan diparafrase.
  4. Membandingkan tulisan parafrase dengan naskah aslinya.
  5. Menggunakan tanda petik ganda saat mengidentifikasi dan mengoreksi tulisan yang sudah dibuat.
  6. Menuliskan sumber asli (termasuk halaman) dari sumber pustaka atau kajian pustaka atau referensi.
  7. Mahasiswa paling khawatir saat karya ilmiah berupa Taskap (Akmil/Akpol), Tugas Akhir (D3), Skripsi (S1), Tesis (S2) dan Disertasi (S3) bahkan Guru (PTK atau Penelitian Tindakan Kelas) mengalami plagiasi atau similarity dengan persentase yangg sangat tinggi, sehingga harus mampu melakukan parafrase dalam waktu singkat dan cepat, yaitu maksimal seminggu atau 7 (tujuh) hari, bahkan ada Kampus atau Universitas yang memberikan jangka waktu perbaikan atau revisi Turnitin hanya 3 (tiga) hari. Teknik yang terakhir atau tercepat adalah menghubungi atau konsultasi dengan pihak yang sudah ahli dalam parafrase, misalnya Khairpedia Parafrase Hasil Cek Turnitin. 082136081847
Contoh sederhana melakukan parafrase dalam kalimat sebuah karya ilmiah :

Semula : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.
Menjadi : Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini.

Semula : Sampel yang diteliti adalah keseluruhan populasi yang dinyatakan dalam variabel bebas.
Menjadi : Keseluruhan populasi yang dinyatakan dalam variabel bebas adalah sampel yang diteliti pada penelitian ini.


Apabila masih menjumpai kesulitan dan hambatan dalam melakukan teknik atau cara parafrase, dan sebelum melakukan parafrase satu artikel atau menulis buku dan karya ilmiah, mulailah dan sering berlatihlah dari yang paling mudah dahulu, yaitu menulis tulisan pendek dengan teknik atau cara parafrase. Alat parafrase otomatis atau program dan software parafrase mungkin banyak dijumpai di internet, namun hasilnya masih kalah jauh dengan teknik atau cara parafrase manual yang dilakukan oleh ahlinya. Pendeteksi terbaik untuk keberhasilan dan lolos uji dari cara atau teknik parafrase penulisan buku atau karya ilmiah saat ini yang banyak digunakan oleh kampus atau Universitas adalah Turnitin dan Plagiarism Checker.


    Choose :
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar